SELAMAT DATANG DI BRAMMIRZA BLOG'S

Senin, 20 April 2015

REVIEW - S.T.A.L.K.E.R.: Call of Pripyat

Review S.T.A.L.K.E.R.: Call of Pripyat

Game ini merupakan sequel ke-3 dari seri S.T.A.L.K.E.R.: Shadow of Chernobyl dan S.T.A.L.K.E.R.: Clear Sky.

Pemain utama S.T.A.L.K.E.R.: CoP
Major Degtrayev
Game ini juga merupakan keluaran terakhir GSC Gameworld pada tahun 2009 lalu. Game bergenre First-Person-Shooter & Survival Horror ini berhasil memikat para game reviewer dari website terkenal seperti -IGNMetacritic, dan Gamespot dengan nilai yang cukup baik, yaitu berkisar di nilai 8 dari 10 atau 4 dari 5.

Pastinya penilaian ini juga didasari dari berbagai macam aspek seperti grafik, gameplay, kemudahan kontrol, dan tingkat keseruan saat bermain game tersebut.

Cerita ini berawa setelah Strelok berhasil mencapai tujuannya, yaitu center of the zone. Pihak militer pun mengirim 5 helikopter menuju center of the zone. Namun, kelima helikopter itu kehilangan kontak saat mereka akan mendekati kota Pripyat. seorang mantan agen S.T.A.L.K.E.R., Mayor Degtrayev dikirim ke kota Pripyat untuk menginvestigasi hilangnya kontak radio.

Langsung saja ke inti pembicaraan. Jika dilihat pada grafik, game ini tidak mengalami perubahan besar dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, namun gameplay mengalami perubahan yang lumayan banyak mulai dari tingkat kepintaran komputer (AI), sampai elemen-elemen pendukung game horror seperti ambient sound, dan jumpscare.

Pada segi cerita, S.T.A.L.K.E.R.: Call of Pripyat berhasil membawakan tujuan utama seri ini dengan baik. Cerita yang tak terduga dan penuh dengan rasa horror di segala tempat, tanpa mengenal waktu, telah membuat para pemain merasakan pengalaman yang sulit dilupakan.

Namun, kekurangan game ini terletak pada seringnya crash terutama tiap waktu men-load game dan di beberapa tempat tertentu. Meskipun pihak GSC Gameworld sudah mengeluarkan beberapa patch untuk mengatasi hal ini, tetap saja crash masih berlanjut.

Secara keseuruhan, game ini memiliki tingkat potensi tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut, karena sudah mempunyai setting awal yang cukup baik. Game ini juga tidak memerlukan komputer dengan spesifikasi tinggi, hal ini juga dikarenakan tahun pengeluarannya yang sudah cukup lama.

Meskipun GSC Gameworld sudah tutup sejak tahun 2012 lalu, masih banyak fans S.T.A.L.K.E.R. yang menginginkan game ini untuk tetap berlanjut. Beberapa Modder pun turun tangan untuk membuat game ini menjadi lebih baik.

Beberapa Modifikasi yang terkenal yaitu seperti COMPLETE mod, dan MISERY mod, telah menghidupkan kembali kejayaan dari game ini.

Berikut ini merupakan beberapa gambar yang telah terambil dengan menggunakan modifikasi:



Minggu, 04 Mei 2014

Hewan Vertebrata

PENGERTIAN VERTEBRATA
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. 


CIRI –CIRI CHORDATA

  1. Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batang keras tapi lentur
  2. Memiliki tali saraf tunggal
  3. Memiliki ekor yang panjang ke arah pesterior terhadap anus
  4. Memiliki celah faring

Minggu, 20 April 2014

Proverbs (Kata-kata Bijak)

Kali ini, saya akan memberi beberapa proverbs atau kata-kata bijak. Furthermore, it's in English! Enjoy!

Friendship
  • A friend's frown is better than a fool's smile.
  • A friend in need is a friend indeed.
  • A friend is easier lost than found.
  • A friend to everybody is a friend to nobody.
  • A problem shared is a problem halved.
  • A true friend is someone who reaches for your hand, but touches your heart.

Love
  • A loveless life is a living death.
  • Absence makes the heart grow fonder.
  • All's fair in love and war.
  • Beauty is in the eye of the beholder.
  • Before you meet the handsome prince you have to kiss a lot of toads.
  • Better to have loved and lost, than to have never loved at all.
  • Cold hands, warm heart.
  • Distance makes the heart grow fonder.
  • Faint heart never won fair lady.
  • First impressions are the most lasting.
Life
  • A bully is always a coward.
  • A handsome shoe often pinches the foot.
  • A good thing is all the sweeter when won with pain.
  • A man too careful of danger lives in continual torment.
  • A miss is as good as a mile.
  • Adversity flatters no man
  • Adversity and loss make a man wise
  • All promises are either broken or kept.
  • All things come to those that wait.
  • An eye for an eye and a tooth for a tooth.
  • An open door may tempt a saint.


Dan ini adalah favorit saya:

"When in Rome, do as the romans." - Anonymous

"Clever person solves a problem, wise person avoids it." - Albert Einstein

Diambil dari sumber-sumber yang berbeda.


Selasa, 18 Februari 2014

NEGOSIASI (Pengertian, Struktur, dan contoh puisi)

PENGERTIAN NEGOSIASI
Menurut Wikipedia, negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.
Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi. Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu.
Sedangkan pengertian negoisasi secara umum memiliki kandungan unsur-unsur atau komponen sebagai berikut :
1.    Pertemuan antara 2 (dua) belah pihak atau lebih yaitu pihak kita dan pihak lain.
2.    Membahas tentang suatu persoalan bisnis (dalam arti luas).
3.    Adanya tawar menawar mutualistik (saling menguntungkan)
4.    Adanya suatu musyawarah untuk mencapai titik temu..
5.    Adanya suatu kesepakatan antara keduanya.

STRUKTUR NEGOSIASI
Struktur negosiasi secara umum terdapat 7 langkah :
A.    Orientasi
Awal pertemuan & perkenalan antara kedua pihak (penjual & pembeli).
B.    Permintaan
Pihak pembeli mulai menanyakan apa saja yang ditawarkan oleh pihak penjual.
C.   Pemenuhan
Tahap/langkah yang lebih maju dari tahap permintaan. Pembeli mulai mengamati & menanyakan hal-hal lebih lanjut yang berhubungan dengan barang/jasa yang ditawarkan oleh pihak penjual. Apakah barang yang ditawarkan dapat memenuhi kriteria yang diinginkan oleh pihak pembeli atau tidak.

D.   Penawaran
Pihak pembeli mulai bernegosiasi dengan pihak penjual untuk menyepakati harga barang/jasa yang menguntungkan bagi kedua pihak.
E.    Persetujuan
Pihak pembeli & pihak penjual mencapai kesepakatan.
F.    Pembelian
Pihak pembeli membeli barang/jasa yang telah disepakati oleh kedua pihak.
G.   Penutup

Kedua pihak mendapatkan untung dan merupakan tanda selesainya proses negosiasi.

Struktur Negosiasi






CONTOH PUISI TENTANG NEGOSIASI
Karena kali ini saya membahas tentang negosiasi, saya akan memberi 1 puisi yang berhubungan dengan negosiasi…

JUDI
Malam sunyi kali ini
Dengan setumpuk kartu dan uang
Segerombol orang berdatangan
Untuk bersenang-senang
Dalam kehidupan malam
Yang terkutuk
Mereka melempar kartu-kartu itu
Dengan kesenangan yang tiada duanya
Sambil membayar utang,
Tiada satupun yang dapat menghentikannya
Tak ada kata negosiasi
Bagi orang-orang itu
Hanya kesenanganlah
yang mereka cari
Kasihanilah orang-orang itu
Karena sesungguhnya
Tiada maaf bagi mereka
Di neraka nanti
Hukum dunia takkan cukup
Untuk membuat mereka jera
Maaf tak akan cukup
Tuk mengimbangi dosa
Yang telah di perbuat
Orang-orang itu




Rabu, 22 Januari 2014

Otobiografi Saya

Nama saya Brammirza Rizaldy. Saya biasa dipanggil Bram. Saya lahir di kota Malang pada tanggal 14 Juli 1998. Saya adalah seorang laki-laki. Saya berkulit sawo matang, rambut lemas, hidung sedang, mata kecil, dan bibir sedang, agak tinggi, dan berbadan agak gemuk. Saya anak pertama ari 2 bersaudara. Selisih umur saya dengan adik saya sekarang adalah 3 tahun. Adik saya lahir ketika saya masih SD. Ibu saya telah mengalami 3 kali kehamilan. Kehamilan pertama mengalami keguguran yang jika berhasil saya akan mempunyai seorang kakak. Tetapi ibu saya tidak ingin menyerah begitu saja, dan pada kehamilan beliau yang kedua dan ketiga, lahirlah saya dan adik saya di dunia ini. Saya telah dibesarkan oleh orangtua dengan penuh kasih sayang, penuh tanggung jawab, dan dengan penuh kesabaran. Mereka adalah orangtua kandung saya. Ibu saya bernama kris Setiowati dan Ayah saya bernama Hasan Aroni. Ibu saya adalah seorang ahli gizi bagi para pasien rumah sakit Dr. Soepraoen Malang, sedangkan ayah saya adalah seorang dosen bahasa Indonesia di universitas Poltekkes Malang. Kami semua tinggal bersama di jl. Raya Pendem, Batu – Malang, Jawa Timur.

Sekolah pertama yang saya masuki adalah TK Kartika XIII – 9. Tepatnya pada tahun 2001. Pada saat itu saya diasuh oleh nenek saya, karena waktu itu kami masih belum mempunyai rumah untuk ditinggali. Pada akhir tahun pertama saya masuk TK, saya pernah menjadi korban perampokan sebuah toko rumahan. Kejadian tersebut berlangsung cepat, sehingga saya tidak dapat mengingatnya dengan jelas. Perampokan tersebut tidak memakan korban, tetapi telah meninggalkan trauma berat di tangan kiri saya karena tertusuk oleh sebuah pisau saat perampokan tersebut terjadi yang. Akibat trauma dari perampokan sebelumnya, saya harus menjalani perawatan berbulan-bulan di rumah sakit untuk mengembalikan fungsi tangan kiri saya agar dapat berfungsi kembali seperti semula. 1 tahun kemudian, saya melanjutkan pendidikan SD di daerah terdekat, yaitu SD Pendem 01 Batu. Pada awalnya saya tidak begitu senang dengan sekolah ini, tetapi karena pemerintah daerah Batu melihat potensi dari SD ini sebagai pusat pembelajaran siswa di sekitar daerah Kecamatan Junrejo, SD ini berganti nama menjadi SD Negeri Pendem 01 Batu waktu saya menduduki bangku kelas 3 SD. Saya memperoleh banyak pengalaman berharaga sewaktu saya SD, antara lain : saya bisa mengerti bahwa hidup itu bukan suatu hal yang mudah, karena akan selalu ada tantangan yang menanti kita semua di masa yang akan datang, dan saya bisa memahami bagaimana perbedaan pelayanan dan perlakuan berdasarkan status sosial pada waktu itu yang sangat jelas sekali. Saya lulus SD pada tahun 2010. Kemudian saya melanjutkan pendidikan saya ke SMP Negeri 16 Malang. Alasan saya berpindah SMP di kota Malang dan bukan di kota Batu  yaitu agar saya bisa mendapatkan suasana baru dalam beajar, dan agar saya bisa mendapatkan teman dan pengalaman baru. Saya bersekolah selama 3 tahun dan lulus pada tahun 2013. Lalu saya melanjutkan pendidikan saya di SMA Negeri 8 Malang sebagai salah satu anggota kelas X-MIIA 4.

Saya termasuk anak yang aktif, karena saya senang melakukan kegiatan yang dapat memacu adrenalin. Tetapi saya dapat menjaga rahasia saya sendiri karena pembelajaran orangtua saya untuk tidak memberitahu rahasia kepada orang lain yang belum kenal dekat dengan saya. Saya suka membantu orang lain, entah itu teman, maupun orang yang belum saya kenal. Dengan saya membantu mereka yang membutuhkan bantuan, saya merasa hidup saya lebih berarti. Saat saya memppunyai waktu luang, saya biasanya melakukan hobi saya. Hobi-hobi saya antara lain : Membaca kamus bahasa, bermain piano, bermain game, mendengarkan musik, menonton film, dan bermain bola basket. Saya senang membaca sebuah kamu bahasa, karena dengan saya mengerti suatu bahasa, saya merasa telah berkunjung dan menetap di negara tersebut untuk watu yang sangat lama yang membua imajinasi saya berkembang terus menerus samapai saat ini. Jenis game yang saya sukai adalah game action-adventure, action-RPG, Sports, Action FPS, dan RTS. Jenis film yang sering saya tonton yaitu tentang persahabatan, cinta, komedi, dan drama kehidupan. Jenis musik yang saya sukai adalah msuik yang beraliran DJ, karena sesuai dengan perilaku saya yang termasuk aktif, tetapi saya juga menyukai musik instrumental, karena saya sangat menyukai ketenangan dan berkesan menyegarkan dan mengagumkan bagi saya. Saya senang bermain bola basket karena jiwa saya menginginkan sesuatu ber-adrenalin tinggi, dan Ayah saya yang sebelumnya merupakan pemain basket yang pernah menjadi juara nasional se-Jawa Timur.

Kamis, 16 Januari 2014

Cerita Pendek by Bram

Sang Jenius
Hari ini adalah hari besar bagi Satya, karena pada hari yang lumayan cerah ini, dia akan membacakan suatu mahakarya yang indah, yaitu puisi buatannya yang sudah terkenal sampai ke tingkat Nasional. Saat ini, mungkin dia sedang latihan untuk membacakan puisinya itu di rumahnya. Aku pun tidak sabar untuk melihatnya di televisi. Jam 20.00 WIB, kurang 10 menit lagi penampilan Satya yang akan mengguncang dunia. Lalu aku lihat televisiku, dan terkejutlah aku karena dia sudah berada di atas panggung untuk berpuisi. Dia berkata,“Aglomerasi, karya Satya Wibowo.”. “Perbedaan status sosial, membuat perbedaan pula pada pikiran masyarakat”. “Mengapa harus ada perbedaan pada perlakuan orang-orang itu? Terhadap kami yang kekurangan.” Dia membaca puisi buatannya dengan sangat lantang dan penuh penjiwaan, dan bantuan background music yang membuat suasana menjadi lebih elegan. “Padahal kita semua, adalah manusia yang sama derajatnya.”. “Dan tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan tuhan, yang maha Esa, lagi maha Penyayang.” Seketika para penonton pun memberi tepuk tangan dan menyorakinya. Jujur, aku pun tidak pernah memikirkan tentang hal tersebut. Hal yang begitu penting dalam kehidupan kita sehari-hari, tetapi jarang sekali kita pikirkan. Rasanya memang pantas jika dia dinobatkan menjadi “The best poetry-creator ever in the world”




Cahaya di Kegelapan  Abadi

Dua tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2708, Ryan adalah seorang survivor dari insiden hancurnya kota Hvarah oleh lepasnya eksperimen human evolving yang ke 38, yang membuat seluruh warga kota tersebut berubah menjadi mutant atau manusia yang telah kehilangan akal sehatnya dan memliki insting seperti predator yang kelaparan. Dia juga adalah salah satu dari professor yang terlibat dalam eksperimen tersebut. Dia berhasil keluar melalui ventilasi udara yang mengarah ke tepi pantai. Tetapi, tiba-tiba segerombol mutant mengejarnya dan dia berlari ke hutan tepi pantai. Tetapi sayang sekali, dia malah terjebak di sebuah lubang yang dibuat untuk menjebak hewan liar seperti beruang. Tetapi, yang dia temukan bukanlah hewan liar, melainkan tumpukan mayat mutant yang telah membusuk. Dengan lubang sedalam 400 meter, bagaimana dia bisa keluar? Dengan penuh kepasrahan, dia duduk bersandar diantara mayat-mayat mutant tersebut. Tidak sengaja, dia tersandung salah satu mayat yang membawa secarik kertas berisi tulisan. Dengan rasa penasaran, dia mengambil kertas tersebut dan melihat isi didalamnya. Dan isi di dalam secarik kertas tersebut adalah “Terkutuklah eksperimen itu! Dan para penemunya!.”. “Keluarga dan sahabat, Teman dan kekasih, semua tinggal kenangan! Akibat eksperimen terkutuk itu!.”. “Bagaimanakah nasib kami? Apakah kalian tidak peduli?!.”. “Dengan masa depan seperti ini, apa yang akan terjadi dengan anak cucu kita?”. “Kasihanilah kami, yang masih memiliki harapan.” Lalu kata-kata selanjutnya tertutupi dengan darah. Ryan pun melihat mayat-mayat lainnya. Ada kertas lain yang tertimbun diantara mayat-mayat tersebut dan dia pun mengambilnya. Pada kertas tersebut tertulis, “Wahai Tuhan! Selamatkan-lah aku!.”. “Dari kebenran yang pahit ini, dari mimpi yang tak ada hentinya ini!.”. “Tetapi sebentar lagi, waktu akan menjemputku.”. “Batu retak didalam tanah, itulah jalan keluarnya.”. “Jangan kehilangan harapan!.”. “Keluar dan selamatkan kota ini!.”. “Dari kehancuran, and from despair.”. Seketika Ryan pun menyadari bahwa dia sebagai salah satu orang yang terlibat dalam eksperimen tersebut harus bertanggung jawab atas insiden ini. Lalu dia terpaku pada kata-kata yang terdapat di kertas yang barusan dia ambil, “Batu retak didalam tanah, itulah jalan keluarnya.”. Lalu dia melihat daerah sekitar meraba sekelilingnya. Dia menemukan sebagian tanah yang mudah untuk digali. Dia menggali tanah tersebut dan menemukan sebuah batu besar tua yang sudah retak. Lalu dia mulai memukuli batu tersebut dengan tanahnya dan setelah beberapa saat, batu tersebut akhirnya pecah dan berombak-ombak air laut pun keluar memenuhi lubang tersebut. Akhirnya setelah air memenuhi lubang tersebut, Ryan pun berhasil keluar. Dengan membawa harapan para warga kota Hvarah, dia pun berjalan kembali menuju ke tempat dimana eksperimen tersebut terjadi.

Kumpulan Puisi by Bram

BENCANA KEPASRAHAN
Pada saat orang-orang
Melakukan kegiatan,
Bersantai, dan bekerja
Tanpa ada peringatan maupun pertanda
Seketika hilang terbawa arus
Tsunami yang dahsyat
Menggoncang seluruh penduduk & dunia
Dan sejak saat itu,
Mereka menderita
Dan kehilangan harapan

BADAI
Gemuruh suara petir
Terdengar seperti dewa-dewa yang marah
Dan menurunkan amarahnya
Ke Bumi ini
Dengan kecepatan secepat cahaya,
Angin-angin berkumpul ke satu tempat
Membuat suatu reaksi
Badai
Menghancurkan semua hal
Benda, Manusia,
Hewan, maupun tumbuhan

KEKERINGAN
Keringnya musim ini
Membawa kekeringan pada hatiku
Gugurnya dedaunan pada pohon Jati
Seperti gugurnya harapanku kepadamu
Berapa lama lagi aku harus menunggumu
BLT, aku membutuhkanmu
Karena tanpamu, aku lebih baik mati
Daripada melanjutkan hidup
Tanpa arah
Dan tujuan yang jelas

AGLOMERASI
Perbedaan status sosial
Membuat perbedaan pula
Pada pikiran masyarakat
Mengapa harus ada perbedaan
Pada perlakuan orang-orang itu
Terhadap kami yang kekurangan
Padahal kita semua
Adalah manusia
Yang sama derajatnya
Dan tidak ada apa-apanya
Dibandingkan dengan tuhan

HARAPAN YANG HILANG
2 Tahun telah berlalu
Dan tidak ada kabar darimu
Aku mencari semua informasi tentangmu
Dan masih tidak ada kabar sedikitpun darimu
Harapanku padamu pun semakin menghilang
Sedikit demi sedikit
Hari demi hari
Aku melewati hari-hari itu tanpamu
Aku sudah tidak kuat lagi
Rinduku padamu
Yang tidak ada batasnya

CINTA YANG TAK TERBALASKAN
Aku telah melakukan segala sesuatu
Hanya untukmu
Tetapi mengapa
Engkau membalas cintaku
Berduaan dengan Dia
Apa kau sudah lupa
Dengan hubungan kita
Yang telah lama kita bina
Dan kita jaga selama ini
Tetapi, aku sudah tidak bisa
Mempercayaimu lagi
Kini saatnya aku berpindah
Ke hari orang lain

LANGIT TIADA BATAS
Langit biru hari ini
Sebiru laut yang tiada batas
Menghiasi hariku yang cerah
Aku pun berpikir
Apakah aku bisa
Mencapai langit itu
Langit yang tidak ada batasnya
Langit yang tidak akan pernah hilang
Yang akan terus menemani hariku
Sampai aku tua nanti

PADANG RUMPUT
Suatu tempat
Dimana aku bisa bersantai
Dan bisa beraktivitas
Angin yang berhembus dengan lembut
Membuat suasana yang cocok dengan hatiku
Rumput-rumput hijau mengelilingi wilayah ini
Hewan-hewan berlarian kesana kemari
Seperti adik dan kakak yang sedang bermain
Tempat ini terasa seperti surga
Hanya saja surga ini surga yang fana

S-CEP
Extrakulikuler bahasa Inggris
Yang terkenal di SMAN 8 Malang
Terbaik dari yang terbaik
Dan tereksis dari yang tereksis
Extrakulikuler yang terarah
Dan memiliki tujuan
Yang agak tidak jelas
Extrakulikuler yang menyenangkan
Dan kompetitif
Diantara semua extrakulikuler
Yang ada di SMAN 8 Malang






KELAS X-IPA 4
Kelas terunik dari yang terunik
Tergokil dari yang tergokil
Begitu juga dengan penghuninya
Ramah, Jujur,
Dan selalu bekerjasama
Dalam mengerjakan PR
Maupun dalam Ulangan
Dengan fasilitas internet berkecepatan tinggi
Mereka dapat mengakses seluruh informasi

Yang tersebar di muka bumi ini

Jumat, 10 Mei 2013

Ditemukannya 3 planet kembaran bumi

Di tengah-tengah kekacauan & semakin meningkatnya "Rate of Birth" setiap tahunnya, para ilmuwan telah menemukan harapan baru untuk hidup di planet lain.

Para ilmuwan mengumumkan penemuan tiga planet, yang mungkin merupakan kandidat terbaik dunia yang bisa menopang kehidupan di luar tata surya. Meski, jarak mereka amat sangat jauh. Trio planet tersebut ditemukan Satelit Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang terus bersiaga mengawasi sekitar 150.000 bintang, dengan harapan bisa mengidentifikasi planet yang mirip dengan Bumi.

 "Dengan semua penemuan ini, kadar Bumi sebagai tempat istimewa di alam semesta makin berkurang. Sebab, ternyata ada banyak planet mirip dengan Bumi di mana-mana," kata ilmuwan Kepler di Bay Area Environmental Research Institutem Sonoma, California, Tom Barclay, seperti dimuat CNN, (18/4/2013)

Kepler-62f diduga berukuran 40% lebih besar dari Bumi, mungkin berbatu. Planet tersebut mengelilingi bintangnya setiap 267,3 hari.
Sementara Kepler-62e diperkirakan 60% lebih besar dari Bumi. Sedikit lebih dekat dengan bintangnya. Diperkirakan merupakan "dunia air" karena sebagian besar wilayahnya diduga merupakan perairan dalam. Planet tersebut berevolusi sekali dalam 122,4 hari.
Planet ketiga, Kepler-69c terlihat mengorbit bintang serupa Matahari. Ukurannya sekitar 70 % lebih besar dari Bumi. Planet tersebut juga diperkirakan "dunia air", dengan lautan yang dalamnya mencapai beberapa kilometer.




Dikutip dari : Berbagai sumber

Kamis, 02 Mei 2013

Lubang Hitam (Black Hole)

Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”.

Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama “Lubang Hitam” sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.

Penemuan NGC 3393 memiliki kemiripan dengan “kemungkinan” pasangan lubang hitam supermasif yangUniversity of Texas di Austin dengan menggunakan data Chandra.  Sumber sinar-X yang berasal dari lubang hitam supermasif dalam sebuah galaksi yang berada 2 milyar tahun dari Bumi dan kedua lubang hitam tersebut terpisah sejauh 6500 tahun cahaya.
ditemukan oleh tim Julia Comerford dari

Seperti halnya di NGC 3393, galaksi tuan rumah tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan atau jumlah ekstrim dari pembentukan bintang. Namun, tidak ada struktur atau tanda khusus yang tampak di galaksi tersebut. Juga  salah satu sumber bisa dijelaskan oleh jet atau letusan tiba-tiba yang sangat kuat sehingga menyiratkan kalau hanya ada satu lubang hitam supermasif di galaksi itu.

Tabrakan dan penggabungan antar galaksi merupakan salah satu jalan bagi galaksi dan lubang hitam untuk tumbuh dan bagi para astronom, menemukan sepasang lubang hitam di galaksi spiral menjadi petunjuk penting bagi perjalanan manusia untuk mengetahui bagaimana semua itu terjadi.


Dikutip dari berbagai sumber

Sabtu, 09 Februari 2013

Dead Space 3 Review (PC)


Dead Space is a series I’ve grown quite fond of in recent months, as I finally got the chance to play through the first two games in their entirety not long ago. What I love about those games is that they understand survival horror; they realize that what makes a video game scary is the sense of dread caused when your character feels underpowered. In an era where gaming is constantly evolving to make players feel more and more powerful, Dead Space brought us back to a time when scavenging every dark corner and constantly counting and recounting your bullets actually meant something. And I will always love that. So, having played through Dead Space 3, can I honestly say that it preserves that special horror sauce I crave? Well, the short answer is not really.

Selasa, 05 Februari 2013

DEVIL MAY CRY 5



Capcom’s trying to sell the game in part based on Limbo’s malleability. The city’s essentially a living entity here, out to kill you. But that sounds cooler than what it actually is: a chance for Ninja Theory to show off some admittedly awe-inspiring, world-warping tech. This is the platforming part of DmC, except it’s just not that interesting as platformers go. You can jump, long jump or grapple through levels that menace and posture, but with the exception of a few “whoops, there goes the floor” Temple Run moments, they never pose an actual threat. The challenge improves when you replay these levels later, working to unearth keys, secret doors and lost souls to pad your leaderboard scores, but the levels are small enough and the puzzles so elementary that you’ll run out of rope, interest-wise, quickly.
Thank goodness Ninja Theory got the fighting right (after you ramp up the difficulty, anyway). DmC hews to classic beat-em-up tropes — you fight incrementally challenging enemies and mix-em-up mobs area by area — and still doles out a grade rating for combos where you’re trying to chain nonconsecutive moves. But your new hybrid abilities, which include an axe, gauntlets, scythe and pair of Krull-style glaives, double as tactical keys: Defeating angelic or demonic enemies requires you tap the corresponding weapon, for instance, while countering demonic or angelic moves and navigating color-coded platforms is a matter of timing trigger-pulls carefully.
Things finally get interesting when DmC starts throwing a little of everything at you simultaneously. Style grades were the original games’ way of punishing button-mashing, and that’s still the case here, but adding enemies and environmental challenges keyed to specific powers ups the ante without overcomplicating things. Upgrading abilities you can re-spec at special waypoints unlocks alternative tap patterns to power up a move or pull off special variations, but you don’t need most of these to win (think of them as style-related flourishes, plus they’re incredibly cool to watch). And after you’ve played through DmC once or twice to unlock stronger enemies and remixed enemy waves — call it a mainstreaming levy on core-players and series loyalists — the challenge compounds in a way that starts to feel like the Devil May Cry you used to know, only better.

Sabtu, 02 Februari 2013

Dead Island Review (PC)


GAMES – Dead Island Review (PC)

On a small island off the coast of Papua New Guinea, the dead walk. The story didn't set my hair on fire, but everything else makes up for it. When you sit down to play, you'll choose one of four characters and for the next 20 to 30-some hours roam massive maps, take on interesting side quests, and chop the heads off hundreds of ghouls.
But Dead Island doesn't succeed because of its gore (though I liked the dismemberment). Dead Island's strength is in the world it creates. I crept into and through each environment I came to, from beaches to sewers to jail cells. I listened for the screams of the infected or the roar of a damage sponge known as a "Thug." From that perspective, I was on the island; not my character. In the beginning, I'd slaughter every zombie I saw, but by the time I got to the city and found tight alleyways overrun with monsters, I began to just run from objective to objective. No longer was I playing a game -- I was focusing on survival as if I were the one running from Point A to Point B.
Objectively speaking -- like, right now from my keyboard and not playing the actual game -- that's a stupid thing to say. Dead Island doesn't really punish you for dying. If you croak, you wait five seconds and respawn with less money. Any damage you inflicted before heading to the great beyond remains. But I say that using hindsight. When I sprinted away from a zombie and heard its growls directly behind me, my heart pounded in my chest. I didn't think "Oh, I'll just let him get me and restart back there."
You rarely feel safe in Dead Island, and that's how a zombie game should be. You have a limited stamina bar, so you can't run or swing your weapon forever. Med kits were few and far between in my experience, so scavenging for energy drinks and fruit -- which have to be used at that moment and can't be stored -- became part of the experience. Weapons degrade as you use them, so finding a "legendary" weapon was exciting, but not as exciting as finding a workbench to keep weapons in tip-top shape.
Dead Island made me my character. I chose the weapons, the enemies to attack, and the side quests to take. When I leveled up, I chose in which skill tree to invest my new point in -- so even if you joined my game as the same knives expert I play as, we wouldn't necessarily have the same abilities.
Special zombies make you switch up strategies.
Thankfully, joining games is easy. When you're playing, a pop-up message will notify you if a player is close to you and joinable. If I see you sign on, I can invite you in. Of course, experience levels play into this. Players can only join the games of people who are equal or lesser levels. I can't be level 31 and about to win the game and have a level 1 player join me. It might sound depressing, but there are tons of character slots, so having a character for different sessions shouldn't be too tough. Plus, you can always switch your game to single-player if you just want to be left alone. Sadly, there is no local co-op.
Is Dead Island perfect? No. Far from it. As much as I lauded it, Dead Island is rough around the edges and that's sure to turn a lot of people off. First-person melee combat doesn't feel natural right away. Sometimes textures take their time loading in, I'd describe every cutscene as "stiff," and the visual flaws like hands going through doors and weird mini-game meters made me laugh. Still, presentation doesn't make a game, experiences do. And they are packed into Dead Island. 

The Verdict
Dead Island probably won't win any game of the year awards. It's got visual bugs, the controls take a bit to feel normal, and the presentation in general isn't up to snuff. But the game gets a lot right. There is a huge world to explore, thousands of zombies to kill, and tons of side quests to take. Here on the other side of a 25-hour playthrough -- where I skipped a lot of side quests after Act 1 -- I'm anxious to get back into Dead Island, and despite the game's flaws, that's not something I say often.

Taken From : www.ign.com/articles/2011/09/04/dead-island-review

Entri Populer

Pengikut